Judul : Armageddon
Tahun release : 1998
Durasi : 157 menit
Tempat Nonton : Rumah
Sinopsis:
Ceritanya berawal ketika sebuah stasiun angkasa luar di orbit bumi yang sedang dalam misi perbaikan dengan pesawat ulang alik, ketika hujan meteor yang tidak terduga menghantamnya sehingga hancur lebur. Tidak hanya itu, batu-batu meteor yang berukuran kecil ternyata mampu membuat lubang berukuran besar di permukaan bumi seperti yang terjadi pada salah satu kota besar di bumi. Rupanya hujan meteor ini merupakan pendahuluan dari asteroid yang berukuran sebesar Texas. Seorang astonomer amatir yang pertama kali menemukannya, memberitahukan NASA, bahwa asteroid itu menuju ke bumi dalam waktu 18 hari mendatang. Setelah menganalisis penemuan astronomer tersebut, pihak NASA yang dipimpin Dan Truman (Billy Bob Thornton) ternyata mendapatkan kesimpulan yang sangat mengerikan karena asteroid itu dapat mengulangi bencana kiamat seperti yang pernah terjadi sekitar 65 juta tahun lampau.
Kiamat yang terjadi puluhan juta tahun lalu itu memusnahkan spesies yang pernah menguasai bumi, yakni dinosaurus.
Akhirnya pihak NASA menoleh pada kemungkinan lain, yakni sebuah kelompok pembor minyak yang dapat melakukan usaha tersebut yang maha sulit, jika tidak bisa dibilang mustahil.
Kelompok pembor minyak pimpinan Harry Stamper (Bruce Willis) memenuhi kriteria tersebut, karena mereka mempunyai reputasi paling tinggi dalam keberhasilan membor lapisan permukaan bumi yang paling keras sekalipun untuk mencari minyak. Masalahnya kelompok pembor itu bukanlah para astronot yang terlatih untuk mengarungi angkasa luar. Dengan waktu yang pendek itu, kelompok pembor minyak Harry Stamper harus dilatih menjadi astronot. Tidak heran apabila banyak masalah yang mewarnai pelatihan tersebut, apalagi sebenarnya ada beberapa orang anggota Harry tidak memenuhi syarat untuk menjadi astronot. Selain itu, juga ada masalah lain seperti adanya ketegangan hubungan Harry dengan salah satu anak buahnya, yakni A.J. Frost (Ben Affleck) lantaran A.J. nekat berhubungan dengan putri Harry, Grace Stamper (Liv Tyler), padahal hubungan itu tidak disukai oleh Harry. Masalah-masalah tersebut dapat mengganggu keefektifan misi penyelamatan umat manusia.
Makna keindahan:
Keindahan yang saya temukan dalam film ini adalah keindahan perasaan yang ditunjukkan oleh seorang ayah, Harry Stamper, yang rela berkorban demi kebahagiaan anaknya, Grace Stamper. Dia rela mengorbankan diri untuk menyelamatkan A.J. Frost, anak buahnya yang sangat dicintai oleh putri semata wayangnya. Selain itu masih banyak keindahan yang ditunjukkan di film ini, diantaranya keindahan rasa kekeluargaan yang ditunjukkan oleh para tim pengeboran minyak yang sudah bekerjasama sejak lama.
Sumber:
http://downloadbioskop21.blogspot.com/2010/09/armageddon-1998.html
Selengkapnya...
Maybe I'll write here like writing in an opened diary, not specified, not very private, and maybe not educated :D
Minggu, 16 Januari 2011
Makna Keindahan
Keironisan Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran tcrhadap proporsi terscbut berarti ketidak adilan.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia schingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan difi, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Lain lagi pendapat Socrates yang mcmproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan balk. Mengapa diproycksikan pada pemerintah, scbab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika inasyarakat.
Kong Hu Cu berpendapat lain : Kcadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah mclaksanakan kcwajibannya. Pcndapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau discpakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dan kekayaan bersama.
Namun, pada prakteknya sekarang, keadilan seringkali hanya berbentuk pembahasan. Bentuk keadilan dibahas dan diterangkan dimana-dimana, tetapi yang sangat sering diaplikasika adalah bentuk dari ketidakadilan. Hal ini dapat dilihat dari kasus Nenek Minah, pencuri tiga buah Kakao, duo pencuri semangka yaitu Basar Suyanto dan Kholil, serta Prita Mulyasari.
Nenek Minah, warga Banyumas, Jawa Tengah, divonis 1,5 bulan kurungan dengan masa percobaan 3 bulan akibat mencuri tiga buah kakao seharga Rp2.100. Beban psikologis juga harus ditanggung nenek berusia 65 tahun itu karena harus berurusan dengan aparat penegak hukum.
Kisah serupa juga dialami dua warga Kediri, Jawa Timur, Basar Suyanto dan Kholil. Keduanya terpaksa berurusan dengan polisi karena kedapatan mencuri sebuah semangka. Keduanya sempat merasakan pengapnya ruang tahanan, sebelum akhirnya divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Kediri. Keluarga Basar pun mengaku sempat ditipu anggota polisi membayar Rp1 juta agar kasusnya dihentikan.
Prita Mulyasari, seorang ibu rumah tangga yang curhat mengenai buruknya layanan RS Omni Internasional juga harus berurusan dengan aparat penegak hukum, karena dituduh melakukan pencemaran nama baik dan kemudian diputus bersalah oleh Pengadilan Tinggi Banten dan wajib membayar denda sebesar Rp204 juta.
Ironisnya, pada waktu hampir bersamaan, Anggodo Widjojo justru mendapatkan perlakukan istimewa dari aparat penegak hukum. Dia tetap bebas berkeliaran meski terindikasi kuat merekayasa kriminalisasi dua pimpinan KPK. Indikasi itu didukung adanya transkrip rekaman yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi (MK).
Enam tuduhan pelanggaran hukum, termasuk salah satunya tuduhan pencemaran nama baik Presiden, pun tak mampu menyeret adik koruptor Anggoro Widjojo itu ke balik jeruji besi. Besarnya tekanan dari publik seolah tak didengar aparat penegak hukum. Justru dengan alasan keamanan, polisi malah mengawal Anggodo selama 24 jam nonstop.
Manisnya wajah hukum juga dinikmati Ketua DPRD Jawa Tengah periode 1999-2004 Mardijo yang terbukti menilep duit APBD sebesar Rp14,8 miliar. Atas kejahatannya itu, Mardijo hanya dihukum percobaan dua tahun penjara.
Keironisan tersebut sudah terjadi cukup lama di depan mata kita. Sudah banyak orang secara idealis mematikan keironisan tersebut dan dengan tegasnya membela keadilan di Negara kita, tapi jauh lebih banyak orang yang menyuntikkan virus ketidakadilan tersebut entah di bawah tanah ataupun secara terang-terangan. Supremasi hukum di Indonesia sudah seharusnya dibenahi dari akar hingga ke puncaknya. Pembenahan yang dilakukan tidak cukup jika hanya berbentuk koaran yang memekakan telinga mereka, tetapi harus dengan tepat menyentuh hati mereka.
Sumber:
http://news.okezone.com/read/extend/2009/12/04/343/281835/nenek-minah-pencuri-semangka-anggodo
http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc/2010/04/pengertian-keadilan.html
Selengkapnya...
Sabtu, 15 Januari 2011
Manusia dan Penderitaan
Kamis, 25 November 2010
Tentang Cinta dan Sebuah Fenomena
- Perasaan terhadap keluarga
- Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
- Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
- Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
- Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
- Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
- Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
- Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
- Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
- Cinta yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu, eros
- Sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, philia
- Kasih yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan, agape
- Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, storge
- Pengenalan
- Tanggung jawab
- Perhatian
- Saling menghormati
Saat bayi lahir di rumah sakit, sempat terjadi rebutan antara keluarga Jojo dan Juli. Setelah mengetahui Juli melahirkan bayi yang sehat dan menarik, keluarga Jojo mulai mendekati Juli dengan maksud agar mereka dapat memiliki anak tersebut.
Akhirnya proses menuju perkawinan mulai dibicarakan meski Jojo selalu mengatakan sangat berat kalau harus menikahi Juli. Sejak awal hubungan mereka terseok-seok. Jojo sering mengatakan Juli ”tidak ada apa-apanya” buat dia. Sebaliknya ia selalu memuji ibu dan adik perempuannya. Ia bahkan sering melontarkan sumpah serapah penghuni kebun binatang untuk Juli.
Sering ia mengajak berkonsultasi dengan rohaniawan, tetapi Jojo bilang, ”Semua konselormu nggak ada yang bener.” Akhirnya Juli toh menemukan kekuatan. Meski pasangannya tetap berperilaku negatif, ia sudah cukup kuat dan mengerti bagaimana menyikapinya. Itulah sebabnya ia memutuskan menikahi Jojo.
Kebudayaan Zaman Batu Tua, Zaman Batu Tengah, dan Zaman Batu Modern (Muda)
- Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong).
- Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa yaitu alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi.
- Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
- Pacitan : Pithecanthropus dan
- Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.
- Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
- Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah).
- Kapak genggam (peble)
- Kapak pendek (hache Courte)
- Pipisan (batu-batu penggiling)
- Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
- Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
disebut “Abris Sous Roche” Adapun alat-alat tersebut adalah :
- Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
- Ujung mata panah,
- Batu penggilingan (pipisan),
- Kapak,
- Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
- Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya: Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)
- Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
- Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
- Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
Melanosoid.
- Kapak Persegi, misalnya Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
- Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
- Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
- Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jawa
- Pakaian (dari kulit kayu)
- Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)