Jumat, 02 Desember 2011

Tapal Batas Negara

Tapal batas, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perbatasan (negara, daerah); garis pembatas atau pemisah (antara unit administratif atau antara unit regional geografis yg berbeda, baik fisik maupun budaya).

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG) dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat Provinsi dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda. Demikian pula negara tetangga yang berbatasannya baik bila ditinjau dari segi kondisi sosial, ekonomi, politik maupun budayanya.

Adapun batas-batas wilayah laut Indonesia dengan negara-negara tetangga meliputi: (1) batas laut teritorial, (2) batas zona tambahan, (3) batas perairan ZEE, dan (4) batas landas kontinen. Yang dimaksud laut teritorial adalah wilayah kedaulatan suatu negara pantai yang meliputi ruang udara dan laut serta tanah di bawahnya sejauh 12 mil laut yang diukur dari garis pangkal. Zona tambahan mencakup wilayah perairan laut sampai ke batas 12 mil laut di luar laut teritorial atau 24 mil laut diukur dari garis pangkal. ZEE adalah suatu wilayah perairan laut di luar dan berdampingan dengan laut teritorial yang lebarnya tidak lebih dari 200 mil laut dari garis pangkal; yang mana suatu negara pantai (coastal state) memiliki hak atas kedaulatan untuk eksplorasi, konservasi, dan pemanfaatan sumber daya alam. Landas kontinen suatu negara meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya yang menyambung dari laut teritorial negara pantai melalui kelanjutan alamiah dari wilayah daratannya sampai ujung terluar tepian kontinen.

Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan Papua Nugini (PNG). Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil. Beberapa diantaranya masih perlu penataan dan pengelolaan yang lebih intensif karena mempunyai kecenderungan permasalahan dengan negara tetangga. Dari 10 negara yang wilayah lautnya berbatasan dengan Indonesia, baru antara Indonesia dan Australia yang batas-batas wilayah lautnya telah diselesaikan secara lengkap.

Sebagian besar wilayah perbatasan di Indonesia masih merupakan daerah tertinggal dengan sarana dan prasarana sosial dan ekonomi yang masih sangat terbatas. Pandangan dimasa lalu bahwa daerah perbatasan merupakan wilayah yang perlu diawasi secara ketat karena menjadi tempat persembunyian para pemberontak telah menjadikan paradigma pembangunan perbatasan lebih mengutamakan pada pendekatan keamanan dari pada kesejahteraan. Sebagai wilayah perbatasan di beberapa daerah menjadi tidak tersentuh oleh dinamika sehingga pembangunan dan masyarakatnya pada umumnya miskin dan banyak yang berorientasi kepada negara tetangga. Di lain pihak, salah satu negara tetangga yaitu Malaysia, telah membangun pusat-pusat pertumbuhan dan koridor perbatasannya melalui berbagai kegiatan ekonomi dan perdagangan yang telah memberikan keuntungan bagi pemerintah maupun masyarakatnya. Demikian juga Timor Leste, tidak tertutup kemungkinan dimasa mendatang dalam waktu yang relatif singkat, melalui pemanfaatan dukungan internasional, akan menjadi negara yang berkembang pesat, sehingga jika tidak diantisipasi provinsi NTT yang ada di perbatasan dengan negara tersebut akan tetap tertinggal.

Sumber



Selengkapnya...

All The Love In The World

song by The Corrs

I'm not looking for someone to talk to
I've got my friend, I'm more than O.K.
I've got more than a girl could wish for
I live my dreams but it's not all they say
Still I believe (I'm missing) I'm missing something real
I need someone who really sees me...

(Don't wanna wake...) Don't wanna wake up alone anymore
Still believing you'll walk through my door
All I need is to know it's for sure
Then I'll give... all the love in the world

I've often wondered if love's an illusion
Just to get you through the loneliest days
I can't criticize it
I have no hesitation
My imagination just stole me away
(Still...) Still I believe
(I'm missing) I'm missing something real
I need someone who really sees me...

(Don't wanna wake...) Don't wanna wake up alone anymore
Still believing you'll walk through my door
All I need is to know it's for sure
Then I'll give... all the love in the world

Love's for a lifetime not for a moment
So how could I throw it away
Yeah I'm only human
And nights grow colder
With no-one to love me that way
Yeah I need someone who really sees me...

(Don't wanna wake...) And i won't wake up alone anymore
Still believing you'll walk through my door
You'll reach for me and I'll know it's for sure
Then I'll give all the love in the world
(Don't wanna wake up alone anymore...)


Sahabat, tidak perlu diragukan, selalu menyertai hariku dan berkeliling dalam hatiku. Tapi di sudut hatiku yang sebelah dalam ada sebuah ruang yang belum terisi, ruang untuknya yang belum kutemukan, disanalah ruang untuk dia yang sangat ingin aku temui.
Selengkapnya...

Senin, 31 Oktober 2011

Paguyuban

Paguyuban dilihat sebagai salah satu kelompok social yang teratur dengan pengertian sebagai berikut:
Paguyuban dalam bahasa Inggrsis disebut community dan dalam bahasa Jerman disebut Gemeinschaft diartikan sebagai bentuk kehidupan bersama, dimana para anggotanya diikat oleh hunungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan. Selanjutnya paguyuban diartikan sebagai persekutuan atau kebersamaan aneka ragam orang dalam batas teritori atau kategori tertentu, dengan nilai-nilai umum sebagai berikut: disemangati kebersamaan dan panggilan hidup dalam mewujudkan visi misi paguyuban, kebersamaan anggotanya memiliki kepekaan dan bertindak saling mengasihi sehingga terbentuk suatu komunitas yang sehati – sejiwa, menghayati solidaritas dalam memanfaatkan segala perbedaan untuk mencapai tujuan bersama, dan hidup bersama berlandaskan pada kepercayaan yang satu.

Bentuk paguyuban terutama akan dijumpai dalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dan sebagainya. Secara umum, cirri paguyuban adalah:
a. Intimate, bersifat menyeluruh dan mesra
b. Private, bersifat pribadi
c. Exclusive, hanya untuk “kita” saja tidak untuk orang lain di luar “kita”

Bentuk paguyuban yang biasanya terdapat dalam masyarakat adalah:
a. Paguyuban karena ikatan darah, yaitu paguyuban yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan, misalnya keluarga dan kelompok kekerabatan setiap daerah.
b. Paguyuban karena tempat, yaitu paguyuban yang terdiri atas orang-orang yang tinggal berdekatan sehingga dapat saling tolong menolong, misalnya arisan rukun tetangga
c. Paguyuban karena jiwa pikiran, yaitu paguyuban yang terdiri atas orang-orang yang walaupun tidak mempunyai hubungan darah atau tempat tinggalnya tidak berdekatan, akan tetapi mereka mempunyai jiwa, pikiran dan ideology sama. Ikatan pada paguyuban seperti ini tidak sekuat paguyuban karena ikatan darah atau keturunan, misalnya sebuah perkumpulan yang didasarkan oleh hobi.

Sumber: donnyreston.wordpress.com/2009/02/10/5/
infosos.wordpress.com/kelas-xi-ips/masyarakat-multikultural/
Selengkapnya...

Jumat, 30 September 2011

Perobohan Patung Wayang dalam Sebuah Krisis Penghargaan

Saling menghargai selayaknya dimiliki oleh semua manusia yang ada di bumi ini, entah itu dalam hal sederhana dan terutama untuk hal-hal yang bersifat kompleks dan sensitif. Penduduk Indonesia sebagai masyarakat yang berbasis pada kehidupan kekeluargaan dan kerukunan seharusnya memahami cara menghargai sesuatu dengan baik. Namun, pada kenyataannya banyak penduduk Indonesia yang melupakan cara-cara untuk menghargai sesuatu.

Belum lama ini, terjadi peristiwa yang benar-benar mencerminkan sebuah krisis penghargaan yang terjadi pada masyarakat umum. Peristiwa ini terjadi tepatnya pada hari minggu, 18 september 2011 di Purwakarta. sekelompok orang tak dikenal melakukan aksi perobohan dan pembakaran patung wayang sesaat setelah acara halalbilhalal dan istigasah di Masjid Agung kota itu. Menurut informasi yang dihimpun dari beberapa media perusakan patung pertama dilakukan di perempatan Comro. Ribuan massa spontan mengerek patung Gatotkaca menggunakan tambang sebelum ditarik kendaraan. Selanjutnya, mereka bergerak ke pertigaan Bunder dan membidik patung Semar. Belum puas dengan aksi tersebut, massa berbalik arah menuju lokasi patung Bima di pertigaan Ciwareng. Terakhir, perusakan patung "Selamat Datang" di mulut Jalan Gandanegara yang menjadi pusat perkantoran Bupati Purwakarta.

Menurut Iman, seorang saksi mata, massa merobohkan patung-patung tersebut dengan cara ditarik dengan tambang kemudian dibetot kendaraan roda empat. "Setelah ambruk lalu disiram minyak bensin, langsung dibakar," katanya.
Seorang yang terlibat dalam aksi perobohan dan pembakaran patung tersebut mengatakan aksi ini sebagai protes keras terhadap kebijakan Bupati Dedi Mulyadi yang tetap membangun patung-patung wayang golek itu meski telah diberikan peringatan keras beberapa kali.

Peristiwa perobohan patung-patung wayang tersebut tidak diragukan lagi memang merupakan salah satu bentuk dari krisis penghargaan yang sedang terjadi di Indonesia. dalam kasus ini, tanpa berniat untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu, krisis penghargaan terjadi pada pihak pemerintah daerah yang menyetujui pembangunan patung dan pada pihak yang melakukan perobohan patung.

Seandainya rencana pembangunan patung-patung wayang tersebut memang sudah ditentang oleh mayoritas masyarakat Purwakarta, tidak selayaknya pihak pemerintah daerah tetap bersikukuh untuk melakukan pembangunan patung. Pada hakikatnya pihak pemerintah seharusnya mengayomi dan menampung aspirasi masyarakatnya dengan baik serta berusaha sebaik mungkin untuk tidak bertentangan dengan masyarakat selama keinginan masyarakat masih berada di dalam batas normal.

Selain menyoroti pihak pemerintah, pihak yang merobohkan patung-patung tersebut juga memiliki penghargaan yang kurang baik, setidaknya terhadap hasil karya orang lain dan terhadap wayang sendiri yang merupakan salah satu seni budaya Indonesia. Selama patung-patung tersebut tidak dimanfaatkan di luar fungsinya sebagai pemberi unsur estetik, tidak ada salahnya patung-patung tersebut berdiri pada tempatnya. Jika mereka yang terlibat memang benar-benar mengatasnamakan agama, tidak seharusnya mereka menutup mata kepada fakta bahwa Indonesia adalah Negara hukum yang menganut kebebasan beragama.
Selengkapnya...

Senin, 26 September 2011

Mudik: Sebuah Kisah Klasik

Pada dasarnya mudik adalah kegiatan yang dilakukan para penduduk kota untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik, yang juga akrab disebut pulang kampung, biasanya dilakukan pada musim liburan panjang, seperti ketika libur lebaran yang terjadi baru-baru ini. Libur panjang yang bertepatan dengan peringatan hari raya idul fitri yang dirayakan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam tidak membatasi hanya umat Muslim saja yang melaksanakan tradisi mudik, bahkan kota Jakarta yang selalu terkenal dengan hiruk pikuknya mendadak lenggang karena mayoritas penduduknya memilih untuk berlibur di kampung halaman mereka.

Tidak bisa dipungkiri, mudik adalah sebuah fenomena besar yang terjadi di Indonesia. sebuah fenomena yang mempengaruhi penduduk Indonesia secara besar-besaran dalam berbagai aspek. jika dilihat secara sederhana para penduduk kota besar melakukan mudik sebagai ajang pelepasan rindu pada keluarga, teman, ataupun hanya untuk melepas lelah dari kepenatan kota dan masuk ke dalam ketenangan masyarakat pedesaan.

Jika ditelusuri secara lebih mendalam sebenarnya mudik mempengaruhi aspek ekonomi dengan sangat kuat. Hal ini terbukti dengan melonjaknya harga berbagai kelengkapan mudik misalnya saja harga tiket transportasi umum ataupun harga rental mobil, tetapi hal ini tidak mempengaruhi niat para penduduk ibu kota untuk melaksanakan ritual mudik. Hal ini disebabkan karena kebanyakan dari mereka sudah memiliki mindset bahwa mudik merupakan suatu kewajiban, maka untuk mengahadapi mudik mereka sudah mempersiapkan budget khusus sejak awal, sehingga berbagai kenaikan harga yang terjadi tidak memberikan efek yang terlalu berat pada kondisi keuangan mereka.

Tidak hanya aspek ekonomi yang dipengaruhi secara besar-besaran oleh kegiatan mudik, karena mudik juga mengakibatkan perputaran kependudukan, karena pada kegiatan mudik ataupun kegiatan setelahnya yang dikenal dengan arus balik seringkali terjadi urbanisasi dan re-urbanisasi secara bersamaan. Pada umumnya yang seringkali disoroti adalah kegiatan urbanisasi yang terjadi ketika arus balik, para warga desa berbondong-bondong ikut pergi ke kota bersamaan dengan sanak keluarganya ataupun teman yang sudah lebih dulu mengadu nasib di kota. Dengan diiming-imingi banyaknya kesempatan kerja merekapun pergi ke kota dengan membawa segenap harapan. Sebaliknya, mereka yang memilih untuk keluar dari kehidupan kota dan kembali menetap di kampung mungkin adalah segelintir orang yang sudah merasakan kejamnya kota besar. Tidak hanya mereka yang memiliki kekecewaan yang memilih untuk kembali menetap di kampong halamannya, tetapi ada juga mereka yang membawa segenap inovasi dan ide cemerlang untuk menjadikan kampungnya lebih baik dari sebelumnya.

Mudik, sebagai sebuah fenomena besar di Indonesia, terjadi hampir setiap tahun, dengan kata lain ini adalah rutinitas yang sudah biasa dilakukan masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas mudik seperti halnya infrastruktur jalan yang dilalui arus mudik seharusnya sudah dipersiapkan dengan baik ketika waktu mudik tiba. Tetapi jika kita tengok secara langsung kondisi di lapangan, pembangunan jalan selalu berkejaran dengan waktu arus mudik. Hal ini tentu saja mengurangi kenyamanan para pemudik, karena jika seharusnya mereka dapat menikmati perjalanan mudik dengan santai, kenyataanya justru mereka harus memiliki kewaspadaan tingkat tinggi karena adanya papan bertuliskan “Maaf sedang ada perbaikan jalan”.
Selengkapnya...